PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEGAL ETIS

Membuat keputusan bukanlah hal yang mudah, tetapi merupakan suatu tantangan bagi seorang, Dalam era global dan serba cepat ini, langkah untuk mengambil keputusan harus cepat dan tepat pula.

Tipe Pengambilan Keputusan

  1. Pengambilan keputusan yang kurang tanggapan (metode yang kurang diperhatikan)
  2. Pengambilan keputusan dengan cara otomatis
  3. Pengambilan keputusan minoritas (yang lebih pandai yang unggul)
  4. Pengambilan keputusan mayoritas (melalui pemungutan suara)
  5. Pengambilan keputusan dengan consensus
  6. Pengambilan keputusan dengan suara bulat

 

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan Keputusan Etis

A. Tingkat Pendidikan

 

Rhodes (1985) berependapat bahwa semakin tinggi latar belakang pendidikan perawat akan membantu perawat untuk membuat suatu keputusan etis. Salah satu tujuan dan program pendidikan tinggi bagi perawat adalah meningkatkan keahlian kognitif dan kemampuan membuat keputusan. (Pardue,1987).

Penelitian oleh Hoffman, Donoghue dan Duffield (2004)  menunjukkan bahwa taraf pendidikan dan pengalaman tidak terkait secara signifikan dengan pembuatan keputusan etis dalam keperawatan klinis. Faktor yang bertanggung jawab terhadap variabilitas yang besar dalam pembuatan keputusan etis  dalam keperawatan klinis adalah nilai peran.

B. Pengalaman

Perawat yang sedang menjalani studi tingkat sarjana menunjukkan bahwa pengalaman yang lalu dalam menangani masalah-masalah etika atau dilema etik dalam asuhan keperawatan dapat membantu proses pembuatan keputusan yang beretika. Oleh karena itu, penggalian pengalaman lalu yang lain dari pengalaman keperawatan secara umum memungkinkan pendekatan yang lebih relevan.

C, Faktor Agama Dan Adat Istiadat

Agama serta latar belakang adat istiadat merupakan faktor utama dalam membuat keputusan etis. Setiap perawat disarankan memahami nilai yang diyakini maupun kaidah agama yang dianutnya.  Untuk memahami ini dibutuhkan proses. Semakin tua seseorang akan semakin banyak pengalaman dan belajar, mereka akan lebih mengennal siapa dirinya dan nilai yang dimilikinya.

D. Komisi Etik

Komisi Etik Keperawatan memberi forum bagi perawat untuk berbagi perhatian dan mencari solusi pada saat mereka mengalami dilema etik yang tidak dijelaskan oleh dewan etik kelembagaan. Komisi etik tidak hanya memberi pendidikan dan menawarkan nasehat melainkan pula mendukung rekan-rekan perawat dalam mengatasi dilema etik yang ditemukkan dalam praktik sehari-hari. Dengan adanya komisi etik, perawat mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk semakin terlibat secara formal dalam pengambilan keputusan yang etis dalam organisasi perawat kesehatan.

E. Faktor Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Kemajuan di bidang kesehatan telah mampu meningkatkan kualitas hidup serta mampu memperpanjang usia manusia dengan ditemukkannya berbagai mesin mekanik kesehatan, cara prosedur baru, dan bahan/obat baru. Misalnya klien dengan gangguan ginjal yang dapat diperpanjang usiannya berkat adanya mesin hemodialisis. Wanita yang mengalami kesulitan hamil dapat dibantu dengan inseminasi. Kemajuan ini menimbulkan pertanyaan yang berhubungan dengan etika.

F. Faktor Legislasi Dan Keputusan Yuridis

Perubahan sosial dan legislasi secara konstan saling berkaitan. Setiap perubahan sosial atau legislasi menyebabkan timbulnya suatu tindakan yang merupakan reaksi perubahan tersebut. Legislasi merupakan jaminan tindakan menuntut hukum sehingga orang yang bertindak tidak sesuai hukum dapat menimbulkan suatu konflik.

TEORI DASAR PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS

 

1. TELEOLOGI:

   Merupakan suatu doktrin yang menjelaskan fonomena berdasarkan akibat yang dihasilkan  atau konsekuensi yang dapat terjadi. Teori ini menekankan pada pencapaian hasil akhir yang terjadi pencapaian hasil dengan kebaikan  maksimal dan ketidakbaiakan sekecil mungkin bagi manusia.

DEONTOLOGI

   Perinsip toeri ini pada suatu aksi atau tindakan dan menekan pada nilai moralnya serta tindakan secara moral benar atau salah Perinsip moral atau yang terkait dengan tugasnya harus bersifat univesal dan tidak kondisional. Terori ini dikembangkan menjadi 5 perinsip:

1. Kemurahan hati

2.  Keadilan

 3.  Otonomi

4.  Kejujuran

5.   Ketaatan

 

KERANGKA PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS

•      Nilai dan kepercayaan pribadi

•      Kode etik perawat Indonesia

•      Kerangka pembuatan keputusan

•      Konsep moral  keperawatan

•      Teori perinsip etika

STRATEGI PENYELESAIAN PERMASALAHAN ETIS

 1. MENENTUKAN apakah ada masalah etis atau / dan dilema.

2. Mengidentifikasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip kunci yang terlibat makna apa.

3. RANK nilai-nilai etis atau prinsip-prinsip yang – profesional Anda dalam penilaian – yang paling relevan dengan masalah atau dilemma.

4 MENGEMBANGKAN rencana tindakan yang konsisten dengan etika prioritas yang telah ditetapkan sebagai pusat untuk.

5.Rencana MELAKSANAKAN, memanfaatkan praktek keterampilan dan kompetensi yang paling sesuai.

6.Merefleksikan hasil etis ini proses pengambilan keputusan.

OLEH : SEPTIANI PUTRI A NABABAN, JURUSAN KEPERAWATAN STIKES TENGKU MAHARATU, KELAS 1-2

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s