PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEGAL ETIS

Dalam pengambilan keputusan tidak mudah pada zaman sekarang ini. Harus dibutuhkan pemikiran yang matang dalam pengambilan keputusannya,. Apalgi dalam keputusan yang berbaur dengan etis keperawatan sekarang ini. Perlu di ketahui langkah – langkah dalam pengammbilan keputusan tersebut, seperti:

1. secara otomatis

2. secara tanggapan

3. secara minoritas

4. secara mayoritas

5. secara konsensus

6. secara suara bulat.

FAKTOR – FAKTOR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

A. TINGKAT PENDIDIKAN

Ada beberapa pakar yang mengatakan bahwa tingkat pengambilan keputusan melalui tingkat pendidikan merupakann suatu niloai peran menurut HOFFMAN bahwa taraf pendidikan tidak lah sesuai dengan signifikan yang terjadi di antara sesama pendidik. sedangkan menurut RHODDES mengatakan bahwa semakin tinggi pendidikan keperawatan semakin tinggi pula pengammbilan keputusan secara etis di lingkungan masyarakatnya.

B. PENGALAMAN

Melalui tahapan pengalaman, mahasiswa lebih banyak mengambil pengajaran tentang pengambilan keputusan secara etis walaupun penuh dengan tantangan dilema. Namun, meskipun dilema itu ada para mahasiswa lebih banyak mengambilnya sebagai panduan untuk memperoleh suatu kepastian untuk kedepannya.

C. FAKTOR AGAMA DAN ADAT ISTIADAT

Agama serta latar belakang adat istiadat merupakan faktor utama dalam membuat keputusan etis. Setiap perawat disarankan memahami nilai yang diyakini maupun kaidah agama yang dianutnya.  Untuk memahami ini dibutuhkan proses. Semakin tua seseorang akan semakin banyak pengalaman dan belajar, mereka akan lebih mengennal siapa dirinya dan nilai yang dimilikinya.

D. KOMISI ETIK

Komisi Etik Keperawatan memberi forum bagi perawat untuk berbagi perhatian dan mencari solusi pada saat mereka mengalami dilema etik yang tidak dijelaskan oleh dewan etik kelembagaan. Komisi etik tidak hanya memberi pendidikan dan menawarkan nasehat melainkan pula mendukung rekan-rekan perawat dalam mengatasi dilema etik yang ditemukkan dalam praktik sehari-hari. Dengan adanya komisi etik, perawat mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk semakin terlibat secara formal dalam pengambilan keputusan yang etis dalam organisasi perawat kesehatan.

E. FAKTOR PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Kemajuan di bidang kesehatan telah mampu meningkatkan kualitas hidup serta mampu memperpanjang usia manusia dengan ditemukkannya berbagai mesin mekanik kesehatan, cara prosedur baru, dan bahan/obat baru. Misalnya klien dengan gangguan ginjal yang dapat diperpanjang usiannya berkat adanya mesin hemodialisis. Wanita yang mengalami kesulitan hamil dapat dibantu dengan inseminasi. Kemajuan ini menimbulkan pertanyaan yang berhubungan dengan etika.

F. FAKTOR LEGISLASI DAN YURIDIS

Saat ini, aspek legislasi dan bentuk keputusan yuridis tentang masalah etik kesehatan sedang menjadi topik yang banyak dibicarakan. Hukum kesehatan telah menjadi suatu bidang ilmu dan perundang-undangan baru yang banyak disusun untuk menyempurnakan perundang-undangan lama atau untuk mengantisipasi perkembangan masalah hukum kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan undang-undang praktik keperawatan dan keputusan menteri kesehatan yang mengatur registrasi dan praktik perawat. 

TEORI DASAR DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS

1. TELEOLOGI

Merupakan suatu doktrin yang menjelaskan fonomena berdasarkan akibat yang dihasilkan  atau konsekuensi yang dapat terjadi.   Teori ini menekankan pada pencapaian hasil akhir yang terjadi,   Pencapaian hasil dengan kebaikan  maksimal dan ketidakbaiakan sekecil mungkin bagi manusia

2. DEONTOLOGI

   Perinsip toeri ini pada suatu aksi atau tindakan dan menekan pada nilai moralnya serta tindakan secara moral benar atau salah. Perinsip moral atau yang terkait dengan tugasnya harus bersifat univesal dan tidak kondisional. Terori ini dikembangkan menjadi 5 perinsip:

1`. Kemurahan hati

 2.  Keadilan

 3.  Otonomi

 4.  Kejujuran

 5.  Ketaatan.

KERANGKA PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS

•      Nilai dan kepercayaan pribadi

•      Kode etik perawat Indonesia

•      Kerangka pembuatan keputusan

•      Konsep moral  keperawatan

•      Teori perinsip etika

STRATEGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

1.  MENENTUKAN apakah ada masalah etis atau / dan dilema

2.  Mengidentifikasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip kunci yang terlibat makna apa.

3.  RANK nilai-nilai etis atau prinsip-prinsip yang – profesional Anda dalam penilaian – yang paling relevan dengan masalah atau dilemma.

4.  MENGEMBANGKAN rencana tindakan yang konsisten dengan etika prioritas yang telah ditetapkan sebagai pusat untuk.

5. Rencana MELAKSANAKAN, memanfaatkan praktek keterampilan dan kompetensi yang paling sesuai.

6. Merefleksikan hasil etis ini proses pengambilan keputusan.

OLEH : SEPTIANI PUTRI A NABABAN, JURUSAN KEPERAWATAN, STIKES TENGKU MAHARATU, KELAS 1-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s